Label

Minggu, 28 Februari 2016

Cokelat dan Cinta


Kali ini kita kan membahas tentang Cokelat. Makanan kuno suku Aztec tersebut telah bermetamorfosis sedemikian jauhnya menjadi sebuah fenomena dunia. Siapa sangka hari ini, cokelat bukan hanya dianggap lagi sebagai bahan makanan, namun sudah berkembang menjadi entitas kebudayaan baru dan gaya hidup.

Cokelat adalah makanan yang sangat kompleks dan Unik.  Para ilmuwan telah menyelidiki hal itu untuk menyibak rahasianya. Bila dikonsumsi, coklat memiliki pengaruh pada perilaku manusia. Cokelat mengandung dua zat khusus yang disebut Feniletilamin dan Serotonin, yang keduanya berfungsi sebagai mood lifting (meningkatkan suasana hati). Kedua zat tersebut sebenarnya diproduksi secara alamiah oleh otak manusia dan dilepaskan ke dalam sistem saraf saat kita bahagia dan juga ketika kita mengalami perasaan cinta, bergairah dan / atau (ehm maaf) “bernafsu. Hal ini menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat, peningkatan tekanan darah, meningkatnya denyut jantung dan menginduksi perasaan bahagia, oleh karena itu euphoria, erat hubunganya dengan jatuh cinta

Ketika cokelat yang dikonsumsi, sesacra otomatis Feniletilamin dan Serotonin masuk ke dalam tubuh manusia, dan kemudian menghasilkan efek yang sama. Oleh karena itu, menkonsumsi coklat akan memberikan kita asupan energi instan dan peningkatan stamina, makanya tidak heran mengapa dampaknya telah memberikan reputasinya sebagai afrodisiak (pembagkit syahwat). baik Feniletilamin maupun Serotonin adalah zat yang sedikit adiktif (menyebabkan ketagihan), oleh karena itu yang ketagihan coklat disebut Chocoholic. Perempuan lebih rentan terhadap efek dari Feniletilamin dan Serotonin daripada laki-laki. Hal ini menggambarkan mengapa wanita cenderung lebih chocoholic dari laki-laki.

Ada tiga bahan kimia dan teori lainnya yang digunakan untuk menjelaskan mengapa coklat membuat orang merasa "lebih baik." Para peneliti dari Neuroscience Institute in San Diego,California percaya bahwa cokelat mengandung zat farmakologis aktif yang memiliki efek yang sama pada otak sebagaimana ganja, dan bahwa bahan kimia ini mungkin bertanggung jawab terhadap terjadinya psikosis (gangguan jiwa) yang diinduksi obat tertentu yang berhubungan dengan "chocolate craving". Meskipun bahan aktif ganja yang memungkinkan seseorang untuk merasa "high" (nge-fly) adalah THC (Tetrahydrocannabinol), ada suatu substansi kimia lain diproduksi secara alami oleh otak yang disebut Anandamida telah ditemukan pula pada coklat. Karena jumlah Anandamida yang ditemukan dalam coklat sangatlah minim, maka menkonsumsinya tidak akan menyebabkan sensasi “high”, melainkan hanya menimbulkan perasaan senang saja.

Kenyataannya adalah bahwa cokelat membuat Anda merasa baik dan menyebabkan perasaan jatuh cinta. Setiap akan orang menghargai pemberian hadiah cokelat dari orang-orang tercinta karena hal ini membuat anda merasa dicintai. Jadi rakan, hati-hatilah makan coklat, jangan berlebihan, jika berlebihan mungkin anda bisa menjadi lebay karena cinta. Lol 

Pabrik Coklat di Sentosa Island, Singapura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar