Kali ini kita kan membahas tentang Cokelat. Makanan kuno suku Aztec tersebut
telah bermetamorfosis sedemikian jauhnya menjadi sebuah fenomena dunia. Siapa sangka hari ini, cokelat bukan hanya
dianggap lagi sebagai bahan makanan, namun sudah berkembang menjadi entitas
kebudayaan baru dan gaya hidup.
Cokelat
adalah makanan yang sangat kompleks dan Unik. Para ilmuwan telah
menyelidiki hal itu untuk menyibak rahasianya. Bila dikonsumsi,
coklat memiliki pengaruh pada perilaku manusia. Cokelat mengandung dua zat khusus yang disebut Feniletilamin dan Serotonin, yang keduanya berfungsi sebagai mood lifting (meningkatkan suasana hati). Kedua zat tersebut sebenarnya diproduksi
secara alamiah oleh otak manusia dan dilepaskan
ke dalam sistem saraf saat kita bahagia dan juga
ketika kita mengalami perasaan cinta, bergairah dan / atau (ehm maaf) “bernafsu”. Hal ini
menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat, peningkatan tekanan darah, meningkatnya denyut jantung dan menginduksi perasaan
bahagia, oleh karena
itu euphoria, erat hubunganya dengan jatuh cinta
Ketika cokelat yang dikonsumsi, sesacra otomatis Feniletilamin dan Serotonin masuk ke dalam tubuh manusia, dan kemudian menghasilkan efek yang
sama. Oleh karena itu, menkonsumsi coklat akan memberikan kita asupan energi
instan dan peningkatan stamina, makanya tidak heran mengapa dampaknya telah
memberikan reputasinya sebagai afrodisiak (pembagkit syahwat). baik Feniletilamin maupun Serotonin adalah zat yang sedikit adiktif (menyebabkan ketagihan), oleh
karena itu yang ketagihan coklat disebut Chocoholic.
Perempuan lebih rentan terhadap efek dari Feniletilamin dan Serotonin daripada laki-laki. Hal ini menggambarkan mengapa wanita
cenderung lebih chocoholic dari
laki-laki.
Ada tiga bahan kimia dan
teori lainnya yang digunakan untuk
menjelaskan mengapa coklat membuat
orang merasa "lebih baik." Para peneliti dari Neuroscience Institute in San Diego,California percaya bahwa cokelat
mengandung zat farmakologis aktif yang memiliki efek yang sama pada otak sebagaimana ganja, dan bahwa bahan kimia ini
mungkin bertanggung jawab terhadap terjadinya psikosis (gangguan
jiwa) yang diinduksi obat tertentu yang berhubungan dengan "chocolate craving". Meskipun
bahan aktif ganja yang memungkinkan seseorang
untuk merasa "high" (nge-fly) adalah THC (Tetrahydrocannabinol), ada suatu substansi kimia lain diproduksi
secara alami oleh otak yang
disebut Anandamida telah ditemukan
pula pada coklat. Karena jumlah
Anandamida yang ditemukan
dalam coklat sangatlah minim, maka menkonsumsinya tidak akan menyebabkan
sensasi “high”, melainkan hanya menimbulkan perasaan senang saja.
Kenyataannya
adalah bahwa cokelat membuat Anda merasa baik dan menyebabkan perasaan jatuh cinta. Setiap akan orang menghargai
pemberian hadiah cokelat dari orang-orang tercinta karena hal ini membuat anda merasa dicintai.
Jadi rakan, hati-hatilah makan coklat, jangan berlebihan, jika berlebihan
mungkin anda bisa menjadi lebay karena cinta. Lol
![]() |
| Pabrik Coklat di Sentosa Island, Singapura |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar