Hipertensi masih menjadi perhatian khusus kalangan medis. Penanganan dan
penatalaksaannya membutuhkan proses yang berkelanjutan dengan prinsip yang
multidemisional. Namun naiknya tekanan darah (elevated blood pressure), tidak seta merta dikatakan hipertensi.
Hipertensi merupakan keadan klinis, dimana butuh prosedur medis tertentu untuk
menjadikannya sebuah diagnosis. Mari kita jelajahi cara yang tepat melakukan.
“Hati –hati, dan cermatlah dalam memutuskan seseorang telah menderita
hipertensi, karena jika diagnosis hiperetensi telah di tegakkan, seseorang akan
wajib minum obat hipertensi, seumur hidupnya”. Itulah ungkapan Prof. Harun,
Konsultan ginjal hipertensi. Oleh karena itu ulasan kali ni merupakan rangkuman
dari bahan bacaan dalam bagaimana screening
Hipertensi dengan tepat.
Ada tiga hal penting sebelum memeriksa pasien yang menjalani screening pengukuran terkanan darah,
yakni, Posisi pasien, ukuran cuff (manset
lengan atas) tensimeter, dan penempatannya.
Untuk jenis sphygmomanometer
(Tensimeter), harus lah memenuhi stardarisasi internasional. untuk pemilihan
alat (yang berstandar internasional) dapat dicek di website http://dableducational.org/sphygmomanometers/recommended_cat.html. Jenis Full Automatic lebih baik untuk mengukur
tekanan darah, namun harganya relatif mahal.
| Fully Automatic sphygmomanometer |
Ukuran cuff
(manset), Sumber: New york city health and hospitals corporation
|
Persiapan Pengukuran tekanan darah
A.
Pasien
- Pastikan pasien tidak stres secara psikis maupu fisik (aktivitas olahraga) atau gelisah, karena hal ini semua akan berdampak pada naiknya Tekanan darah.
- Pastikan pasien tidak mengkonsumsi kopi, minuman bersoda dan merokok, minimal 30 menit sebelum pengukuran tekanan darah.
- Kosongkan kandung kemih.
- Duduklah dengan tenang, tanpa berbicara selama 5 menit
- Pastikan suhu ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
- Posisikan pasien duduk dengan kursi yang mempunyai sandaran
- Posisikan Cuff tensimeter sejajar dengan jantung. (Tempatkan tangan pada meja pemeriksaan)
- Pemasangan Cuff janganlah terlalu ketat dan longgar.
- Kaki tidak disilangkan dan menyentuh lantai yang datar.
B.
Pemeriksa.
- Melakuakan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang sesuai.
- Mengkalibrasi tensimeter secara reguler sesuai dengan petunjuk produsen alat
- Mencuci tangan
- Memilih ukuran cuff yang sesuai.
| Posisi Pasien Saat Pengukuran Tekanan Darah |
Prosedur pengukuran tekanan darah.
- Gunakanlah tensi dengan jenis full automatic. Selain pengoperasiannya mudah, tensimeter jenis full automatis memberikan hasil ukur yang lebih akurat
- Jangan berbicara/berbincang selama proses pengukuran tekanan darah
- Ukurlah tekanan darah pada kedua lengan
- Ambilah ukuran pada lengan yang lebih tinggi
- Ukurlah tekanan darah 2x lagi pada tempat yang sama dengan selang waktu dua menit
- Total pengukuran tekanan darah yang di lakukan pada skrining pertama, adalah 4 kali.
- Catatlah, 3 hasil akhir pengkuran tekanan darah.
- Abaikan hasil ukur yang pertama, dan rata-ratakanlah hasil ukur kedua dan yang ketiga
- Catat lengan mana yang digunakan, ukuran cuff dan denyut nadi/ menit.
- Catat tanggal, umur, jenis kelamin serta obat antihpertensi yang diberikan.
- Edukasi pasien tentang modifikasi gaya hidup dan pilihan terapi farmakologis
Evaluasi riwayat penyakit penyerta, obat-obatan yang sebelumnya digunakan serta
pemeriksaan Laboratorium rutin sebaiknya dilakukan. Mengigat beberapa penyakit
tertentu serta perubahan hemodinamik tubuh pasien, sangatlah mempengaruhi
tekanan darah.
Mudah-mudahan bermanfaat, salam sejawat buat dokter dan paramedis diseluruh
Indonesia
Sumber :
Canadian Hypertension Education
Program, 2009
Adult Hypertension Clinical
Practice Guidelines, New york city
health and hospitals corporation, 2012
National Institute for Health and Clinical Excellence Hypertension
in adults: diagnosis and management, 2011